Please use this identifier to cite or link to this item: https://ptsldigital.ukm.my/jspui/handle/123456789/393721
Title: Fenomena flypaper effect pada kinerja fiskal pemerintah daerah kota dan kabupaten di Indonesia
Authors: Haryo Kuncoro
Conference Name: Investment and small business development : International Seminar [on] Empowering Economy & Business in Free Trade Era
Keywords: Flypaper effect
Fiskal pemerintah
Kabupaten di Indonesia
Conference Date: 13/12/2005
Conference Location: Fakultas Ekonomi, Universitas Muhammadiyah Surakarta
Abstract: The main problem of this research was to analyze the local government response to the intergovernmental transfers. The main objective of this research was to get a deeper analytical results about the contribution of the intergovenunental transfers on the local own revenue, operating and capital expenditures in the case of district and municipality governments in Indonesia over the period of 1988-2003. Using the simultaneous equation system, we concluded that the inter- governmental transfers stimulate the increase of the local government expenditures larger than that of the local own revenue (flypaper effect). It seems that the dependency of local government onto the intergovernmental transfers will be worse. The local governments in the long run tend to use the external borrowing to finance the increase of their expenditures. Those results above suggest that the distribution of intergovernmental transfers among regions should consider the local tax effort, and the services minimum standard plays an important role to achieve the expenditures efficiency. Keywords: flypaper effect, local government, intergovernmental, expenditure PENGANTAR Transfer antarpemerintah merupakan fenomena umum yang terjadi di semua negara di dunia terlepas dari sistem pemerintahannya (Fisher, 1996) dan bahkan sudah menjadi ciri yang paling menonjol dari hubungan keuangan antara pusat dan daerah (Nemec dan Wright, 1997). Tujuan utama implementasi transfer adalah untuk menginternalisasikan ekstemalitas fiskal yang muncul lintas daerah, perbaikan sistem perpajakan, koreksi ketidakefisienan fiskal, dan pemerataan fiska! antardaerah (Oates, 1999). Sayangnya, a!okasi transfer di negara-negara sedang berkembang pada umumnya lebih banyak didasarkan pada aspek belanja tetapi kurang memperhatikan kemampuan pengumpulan pajak lokal (Naganathan dan Sivagnanam, 1999). Akibamya,dari tahun ke tahun pemerintah daerah selalu menuntut transfer yang lebih besar lagi dari pusat (Shah, 1994), bukannya mengeksplorasi basis pajak lokaI secara lebih optimal (Oates, 1999). Keadaan tersebut juga ditemui pada kasus pemerintah daerah kota dan kabupaten di Indonesia. Data menunjukkan proporsi pendapatan asli daerah (PAD) hanya mampu membiayai belanja pemerintah daerah paling tinggi sebesar 20 persen. Pajak daerah dan retribusi daerah seyogyanya mampu membiayai belanja pemerintah daerah
Pages: 15 p.
Call Number: HD2341.I556 2005 sem.
Publisher: Universitas Muhammadiyah Surakarta,UKM, Bangi
Appears in Collections:Seminar Papers/ Proceedings / Kertas Kerja Seminar/ Prosiding

Files in This Item:
There are no files associated with this item.


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.