Please use this identifier to cite or link to this item: https://ptsldigital.ukm.my/jspui/handle/123456789/778053
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorUka Tjandrasasmita-
dc.date.accessioned2025-02-25T04:10:14Z-
dc.date.available2025-02-25T04:10:14Z-
dc.identifier.urihttps://ptsldigital.ukm.my/jspui/handle/123456789/778053-
dc.description.abstractPengertian arkeologi sebagaimana telah dikemukakan oleh Grahame Clark secara sederhana ialah suatu studi sistematik tentang peninggalan purbakala (antiquities) sebagai alat untuk merekonstruksi masa lampau. Meskipun pengertian tersebut sederhana namun dapat membawa pikiran kita ke arah suatu penelitian yang kompleks. Karena tidak hanya untuk meneliti bentuk atau corak, jenis bahan, teknologi, dan penentuan usianya saja namun terutama untuk mengetahui latar belakang kehidupan masyarakat lampau itu dengan berbagai aspeknya. Hal itu mengingat bahwa setiap benda, baik berupa peralatan, maupun bangunan, bersifat abstrak atau bersifat kongkrit, mempunyai arti, mempunyai fungsi, mempunyai nilai individu-individu atau masyarakat pembuat atau penciptanya. Beberapa contoh dapat kita kemukakan misalnya pembuatan atau pendirian candi, kuil, pura, masjid, gereja, wihara, punden, klenteng, mempunyai fungsi keagamaan bagi masyarakatnya masing-masing. Pembuatan cangkul, parang, pisau, palu, alat rumah tangga, pakaian, rumah tinggal, kesemuanya mempunyai fungsi dan nilai ekonomis. Pembuatan perhiasan, lukisan, ukiran, hiasan bangunan, alat musik, menciptakan nyanyian, kesemuanya mempunyai fungsi dan nilai kesenian bagi masyarakat pembuat atau penciptanya. Kecuali itu peninggalan-peninggalan purbakala, jika dilihat dari sudut waktu atau masa pembuatannya, dapat berasal dari berbagai periode dan biasanya memang menunjukkan atau mewakili ciri-ciri khas zamannya. Suatu contoh di Indonesia, orang memberikan sebutan peninggalan purbakala prasejarah, klasik atau Indonesia-Hindu, Islam, Barat, bahkan peninggalan sejarah masa kemerdekaan. Peninggalan-peninggalan purbakala dengan perodisasinya di atas meskipun relatif namun jelas tidak terlepas dari hasil proses perubahan dan perkembangan masyarakat. Dari masyarakat sebelum pengaruh dan kedatangan kebudayaan India, berubah menjadi masyarakat yang mengalami pengaruh Islam dengan kedatangan orang-orang Muslim, kemudian mengalam perubahan masyarakat dan kedatangan kebudayaan Barat dan seterus nya.en_US
dc.language.isoinden_US
dc.subjectArkeologi Indonesiaen_US
dc.subjectPeninggalan purbaen_US
dc.subjectBudayaen_US
dc.titlePeninggalan purbakala dan mobilitas sosial budayaen_US
dc.typeSeminar Papersen_US
dc.format.pages695-707en_US
dc.identifier.callnoDS621.P47 1980 katsemen_US
dc.contributor.conferencenamePertemuan Ilmiah Arkeologi-
dc.coverage.conferencelocationJakarta, Indonesia-
dc.date.conferencedate1980-02-25-
Appears in Collections:Seminar Papers/ Proceedings / Kertas Kerja Seminar/ Prosiding

Files in This Item:
There are no files associated with this item.


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.