Please use this identifier to cite or link to this item:
https://ptsldigital.ukm.my/jspui/handle/123456789/777690
Full metadata record
DC Field | Value | Language |
---|---|---|
dc.contributor.author | I Gusti Semadi Astra | - |
dc.date.accessioned | 2025-01-21T07:22:02Z | - |
dc.date.available | 2025-01-21T07:22:02Z | - |
dc.identifier.uri | https://ptsldigital.ukm.my/jspui/handle/123456789/777690 | - |
dc.description.abstract | Penyelidikan mengenai prasasti-prasasti di Indonesia, telah lama menarik perhatian para sarjana. Sejak tahun 1861¹ tidak kurang dari 22 orang sarjana telah mengisi sebagian masa hidupnya dengan kegiatan penelitian di bidang ini (Wibowo, 1976: 63-91). Khusus mengenai prasasti-prasasti Bali, menurut catatan Goris telah digarap kira-kira sejak tahun 1885 (Goris, 1954a:4). Hal ini dibuktikan dengan diterbitkannya transkripsi empat buah prasasti oleh Van der Tuuk dan Brandes pada tahun tersebut (Tuuk dan Brandes, 1885: 603-624). Sejak itu penyelidikan mengenai prasasti-prasasti Bali, boleh dikatakan terus diusahakan kelanjutannya. Walaupun demikian, harus diakui bahwa penelitian yang dilakukan sejak hampir satu setengah abad itu, belumlah sanggup menyelesaikan segala masalah yang ada. Sejumlah masalah belum dapat diterangkan dengan jelas oleh para sarjana. Mengingat prasasti merupakan salah satu jenis sumber sejarah, maka keadaan demikian sekaligus merupakan hambatan bagi para sejarawan, sehingga mereka tidak dapat menyusun kitab sejarah yang memuat lukisan sejarah yang gamblang mengenai Indonesia pada umumnya, atau Bali pada khususnya. Betapa tugas termasuk kesulitan-kesulitan yang mesti dihadapi oleh seseorang yang menerjunkan diri ke dalam bidang studi ini telah digambarkan secara baik oleh Boechari. Dikatakannya bahwa salah satu jenis kesulitan termaksud ialah banyaknya istilah yang ditemui dalam prasasti, yang belum diketahui maksudnya secara pasti (Boechari, 1975: 49-50; 1977: 3-4), Dalam menghadapi masalah-masalah atau kesulitan-kesulitan itu, ternyata para sarjana tidak tinggal diam; mereka tidaklah membiarkan begitu saja tanpa mengusahakan pemecahannya. Sebagian dari masalah yang ada, telah dibicarakan oleh beberapa sarjana. | en_US |
dc.language.iso | ind | en_US |
dc.subject | Arkeologi Indonesia | en_US |
dc.subject | Bali | en_US |
dc.subject | Karaman | en_US |
dc.title | Sekali lagi tentang "Karaman" dalam prasasti-prasasti Bali | en_US |
dc.type | Seminar Papers | en_US |
dc.format.pages | 253-270 | en_US |
dc.identifier.callno | DS621.P47 1980 katsem | en_US |
dc.contributor.conferencename | Pertemuan Ilmiah Arkeologi | - |
dc.coverage.conferencelocation | Jakarta, Indonesia | - |
dc.date.conferencedate | 1980-02-25 | - |
Appears in Collections: | Seminar Papers/ Proceedings / Kertas Kerja Seminar/ Prosiding |
Files in This Item:
There are no files associated with this item.
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.